LKS SMAN 9 KENDARI
LKS (Latihan Kepemimpinan Siswa)
merupakan salah satu program sekolah yang biasanya rutin dilaksanakan setiap
tahunnya. Pada LKS ini, diusung 2 kegiatan, yaitu pada tanggal 28 sampai 30
Oktober 2013 untuk LKS ruangan da pada tanggal 1 November sampai 3 November
untuk LKS Lapangan. LKS ruangan dilaksanakan selama 3 hari yang diikuti oleh
seluruh siswa kelas X sebagai peserta dan juga kakak-kakak panitia yang berasal
dari organisasi OSIS dan sebagian Ordebasis lainnya. Pada LKS ruangan ini siswa
diberi pemahaman atau materi yang dibawakan oleh guru-guru yang sudah diberi
kepercayaan untuk membawakan materi tersebut, bukan hanya sekedar materi untuk
meningkatkan pengetahuan atau wawasan mereka, tetapi juga siswa secara langsung
Maupun tidak langsung diberi satu pemikiran tentang bagaimana cara mereka
berprilaku sesuai dengan aturan atau akhlak yang baik serta jiwa kepemimpinan.
Dalam LKS ruangan, seluruh peserta dibagi dalam beberapa kelompok, yang didalam
satu kelompok tersebut terdiri atas sekitar 19-30 orang per kelompok yang
pastinya mereka berasal dari kelas-kelas yang berbeda. Sebenarnya, tujuan dari
pembagian kelompok ini, tidak lain adalah mereka diajarkan untuk saling
bekerjasama dalam segala hal meskipun berasal dari kelas yang berbed. Dan
tentunya dalam satu kelompok tersebut terdapat ketuan yang bertugas untuk dapat
mengkoordinir teman-teman yang lainnya agar dapat selalu kompak dan bekerja
sama dalam melakukan segala hal. Begitujuga yang terjadi pada LKS lapangan yang
dilaksanakan selama 3 hari yang lokasinya berada di Pantai Toronipa, seluruh
peserta dituntut untuk hidup mandiri dan yang lebih penting lagi adalah peserta
yang notabennya adik-adik kelas X ini juga dituntut untuk menanamkan jiwa
pemimpin, terutama pada pribadi mereka masing-masing. Jiwa pemimpin ini sangat
penting adanya, seorang pemimpin adalah mereka yang bisa memimpin diri mereka
sendiri dan memimpin banyak orang. Nah, pada LKS ini peserta harus memulai dan
menggali potensi diri masing-masing, sehingga mereka bisa mengetahui apa yang
mereka inginkan, dan dengan sendirinya mereka mulai terbiasa memimpin diri
mereka.
Berbicara LKS lapangan, LKS lapangan ini bisa dibilang adalah
kegiatan utama dan paling pokok dalam LKS. Mengapa? Karena disinilah peserta
dan panitia membuktikan. Peserta
membuktikan dan menerapkan materi yang telah diterima selama 3 hari dalam Lks ruangan.
Peserta harus bisa melaksanakan apa yang telah disusun dengan panitia tepat
waktu. Manajemen waktu adalah hal penting bagi seorang pemimpin. Peserta tidak
saja hanya diberikan teori, teori, teori dan teori, tapi harus ada praktek
lapangan yang dapat lebih menguatkan teori dan materi yang telah terima. Banyak
sekali pelajaran yang dapat diambil peserta dalam LKS lapangan ini. Pelajaran
dan pengalaman berharga yang hanya didapatkan dalam kegiatan LKS ini.
Apa yang dibuktikan Panitia? Nah, inilah yang harus diperhatikan.
Tidak hanya perserta yang dituntut berjiwa pemimpin, panitia pun juga. Bahkan,
Panitia lebih memiliki paham kepemimpinan lebih mendalam dibandingkan peserta.
Medapa demikian? Karena mereka menjadi contoh, panutan, dan cerminan perilaku
bagi peserta. Bagaimana tidak, selain guru yang memberikan pemahaman akan
pentingnya ‘’Kepemimpinan” Para Panitia inilah yang akan “mempraktekan”
langsung dihadapan peserta, bagaimana itu Pemimpin. Panitia yang merupakan
kakak kelas XI dan XII ini sudah diberikan kepercayaan yang sangat berlimpah
dalam hal memberikan ‘contoh’. Inilah tugas berat yang dipikul panitia,
bayangkan saja, panitia yang notabennya masih siswa-siswa sekolah menengah
atas, dituntut lebih paham kepemimpinan. Sementara, panitia ini juga masih
harus banyak belajar. Tapi inilah tantangannya. Inilah hal yang menarik menjadi
panitia LKS. Perlu diketahui, Berbeda dengan peserta lks, yang mau ikut,
diikiutkan tanpa syarat khusus kecuali biaya adminstrasi yang sangat
terjangkau. Panitia lks adalah mereka yang terpilih dan mendapat kepercayaan
lebih. Kepercayaan adalah hal yang sangat sulit didapatkan dan dijaga. Sama
sulitnya mendapatkan uang dan menjaga uang. Butuh cara, pemikiran, tekad, dan
semangat yang besar untuk mendapatkan dan menjaga kepercayaan itu. Maka adanya
kepercayaan yang lebih terhadap panitia yang mayoritas anggota OSIS inilah yang
menjadikan kegiatan LKS menjadi kegiatan yang lebih berkualitas.
Suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, karena adanya kerja
sama yang baik. Kegiatan LKS ini, sudah
melalui berbagai pertimbangan. Baik melalui rapat guru dan rapat antar anggota
osis dan panitia. LKS ini adalah kegiatan yang boleh dibilang cukup besar dan
merupakan kegiatanb terakhir yang diusung oleh Osis kelas XII. Mengapa? Karena
mereka tidak memungkinkan lagi untuk mengurusi kegiatan lain setelah LKS.
Pertama, karena masa jabatan mereka habis. Kedua, mereka adalah kelas XII,
dipastikan mereka akan disibukkan dengan segala aktifitas menjelan UN. Oleh
sebab itu, Kegiatan LKS ini direncanakan dan dilaksanakan dengan semaksimal
mungkin.
Pemilihan lokasi Lks lapangan ini mengalami gonjang-ganjing sebelum
akhirnya diputuskan di Pantai Toronipa. Selain pemilihan lokasi, guru
pembimbing dan pantia telah mempersiapkan segala perlengkapan di lapangan,
transportasi, makanan, tempat bernaung peserta dan panitia, dan hal-hal lain
untuk menunjang berlangsungnya lks lapangan ini. Segala tindakan selalu ada
pembicaran. Inilah yang membuat kegiatan lks ini cukup terorganisir dan
teratur.
Adapun susunan acara dalam kegiatan ini, diatur oleh panitia/seksi
acara. Mereka mengatur setiap acara dengan penuh pertimbangan dan perhitungan
waktu. Mereka memikirkan bagaimana dalam waktu 3 hari 2 malam semua acara bisa
terlaksanakan. Dan panitia acara inilah yang cukup berperan penting, bersama panitia-panitia
lainnya, seperti panitia konsumsi, panitia kelompok yang mengurusi
masing-masing kelompok sesuai pembagian, panitia lapangan yang secara umum
bertugas memberikan pembelajaran di lapangan (seperti, BBB, Senam Pagi, Games,
dll.) panitia keamanan yang mengamankan jalannya kegiatan, panitia kesehatan
yang bertugas siap siaga menolang mereka yang tiba-tiba sakit, panitia
dokumntasi yang selalu mengabadikan momen dalam lks ini,panitia kerohanian yang
bertugas mengarahkan kegiatan agama dalam lks. Adanya panitia kerohanian ini
membuktikan bahwa peserta tidak hanya dituntut menjadi pemimpin saja, tetapi
peserta dituntut menjadi pemimpin yang berlandaskan iman dan takwa. Dan masih banyak diluar panitia yang ikut
membantu jalannya kegiatan lks ini. Tak lupa guru-guru yang selalu mendampingi,
kepala sekolah sebagai penanggung jawab, dan lain sebagainya. kegiatan ini
telah direncanakan dengan penuh pertimbangan dan perhitungan sehingga
dilaksanakan dengan semaksimal mungkin.
Banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan dari kegiatan
ini. Kita sebagai generasi muda tidak hanya belajar belajar belajar saja,
tetapi perlu adanya sebuah wadah pelatihan yang dapat mengembangkan potensi
siswa sehingga bisa lebih mengenal dirinya dan mengenal negeri ini. Kita
diajarkan bagaimana seorang pemimpin berprilaku, mengapa selalu pemimpin?
Karena kita adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan dengan belajar,
kita yang akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, sehingga tidak ada
lagi alasan bagi kita untuk menolak menjadi pemimpin. Saya harus siap, kamu
harus siap, mereka harus sipa, kita semua harus siap menjadi pemimpin. Tidak
ada yang mengetahui bagaimana waktu menghantarkan kita menjadi pemimpin. Tugas
kita adalah mempersiapkan diri dan selalu malakukan hal-hal positif. Disisi
lain, dalam kegiatan ini kita diajarkan untuk lebih mandiri dan hidup
sederhana. Bukan hanya berpangku tangan dan berfoya-foya. Kita juga
diajarkan bagaimana hidup dialam bebas
yang sangat jauh berbeda dari lingkungan tempat tinggal kita. Kita diajarkan
untuk selalu mengingat orang dibelakang kita, bergandengan menuju masa depan
dan cita-cita kita. Dan hal yang tidak kalah penting adalah, bagaimana kita
diajarkan untuk lebih mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, selalu
mengingat-Nya dalam setiap langkah dan tindakan kita. Semoga kegiatan LKS ini
menjadi cerminan bagi kita untuk meingkatkan dan mengembangkan apa yang kita
punya saat ini. Tidak ada penyesalan. Tidak ada kata mengeluh dan terus
BERUSAHA. SEMANGAT!. (by Megawati dan Farida Wulandari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar