Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 07 Desember 2013

LKS SMAN 9 KENDARI

                LKS (Latihan Kepemimpinan Siswa) merupakan salah satu program sekolah yang biasanya rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pada LKS ini, diusung 2 kegiatan, yaitu pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2013 untuk LKS ruangan da pada tanggal 1 November sampai 3 November untuk LKS Lapangan. LKS ruangan dilaksanakan selama 3 hari yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X sebagai peserta dan juga kakak-kakak panitia yang berasal dari organisasi OSIS dan sebagian Ordebasis lainnya. Pada LKS ruangan ini siswa diberi pemahaman atau materi yang dibawakan oleh guru-guru yang sudah diberi kepercayaan untuk membawakan materi tersebut, bukan hanya sekedar materi untuk meningkatkan pengetahuan atau wawasan mereka, tetapi juga siswa secara langsung Maupun tidak langsung diberi satu pemikiran tentang bagaimana cara mereka berprilaku sesuai dengan aturan atau akhlak yang baik serta jiwa kepemimpinan. Dalam LKS ruangan, seluruh peserta dibagi dalam beberapa kelompok, yang didalam satu kelompok tersebut terdiri atas sekitar 19-30 orang per kelompok yang pastinya mereka berasal dari kelas-kelas yang berbeda. Sebenarnya, tujuan dari pembagian kelompok ini, tidak lain adalah mereka diajarkan untuk saling bekerjasama dalam segala hal meskipun berasal dari kelas yang berbed. Dan tentunya dalam satu kelompok tersebut terdapat ketuan yang bertugas untuk dapat mengkoordinir teman-teman yang lainnya agar dapat selalu kompak dan bekerja sama dalam melakukan segala hal. Begitujuga yang terjadi pada LKS lapangan yang dilaksanakan selama 3 hari yang lokasinya berada di Pantai Toronipa, seluruh peserta dituntut untuk hidup mandiri dan yang lebih penting lagi adalah peserta yang notabennya adik-adik kelas X ini juga dituntut untuk menanamkan jiwa pemimpin, terutama pada pribadi mereka masing-masing. Jiwa pemimpin ini sangat penting adanya, seorang pemimpin adalah mereka yang bisa memimpin diri mereka sendiri dan memimpin banyak orang. Nah, pada LKS ini peserta harus memulai dan menggali potensi diri masing-masing, sehingga mereka bisa mengetahui apa yang mereka inginkan, dan dengan sendirinya mereka mulai terbiasa memimpin diri mereka.
Berbicara LKS lapangan, LKS lapangan ini bisa dibilang adalah kegiatan utama dan paling pokok dalam LKS. Mengapa? Karena disinilah peserta dan panitia membuktikan.  Peserta membuktikan dan menerapkan materi yang telah diterima selama 3 hari dalam Lks ruangan. Peserta harus bisa melaksanakan apa yang telah disusun dengan panitia tepat waktu. Manajemen waktu adalah hal penting bagi seorang pemimpin. Peserta tidak saja hanya diberikan teori, teori, teori dan teori, tapi harus ada praktek lapangan yang dapat lebih menguatkan teori dan materi yang telah terima. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil peserta dalam LKS lapangan ini. Pelajaran dan pengalaman berharga yang hanya didapatkan dalam kegiatan LKS ini.
Apa yang dibuktikan Panitia? Nah, inilah yang harus diperhatikan. Tidak hanya perserta yang dituntut berjiwa pemimpin, panitia pun juga. Bahkan, Panitia lebih memiliki paham kepemimpinan lebih mendalam dibandingkan peserta. Medapa demikian? Karena mereka menjadi contoh, panutan, dan cerminan perilaku bagi peserta. Bagaimana tidak, selain guru yang memberikan pemahaman akan pentingnya ‘’Kepemimpinan” Para Panitia inilah yang akan “mempraktekan” langsung dihadapan peserta, bagaimana itu Pemimpin. Panitia yang merupakan kakak kelas XI dan XII ini sudah diberikan kepercayaan yang sangat berlimpah dalam hal memberikan ‘contoh’. Inilah tugas berat yang dipikul panitia, bayangkan saja, panitia yang notabennya masih siswa-siswa sekolah menengah atas, dituntut lebih paham kepemimpinan. Sementara, panitia ini juga masih harus banyak belajar. Tapi inilah tantangannya. Inilah hal yang menarik menjadi panitia LKS. Perlu diketahui, Berbeda dengan peserta lks, yang mau ikut, diikiutkan tanpa syarat khusus kecuali biaya adminstrasi yang sangat terjangkau. Panitia lks adalah mereka yang terpilih dan mendapat kepercayaan lebih. Kepercayaan adalah hal yang sangat sulit didapatkan dan dijaga. Sama sulitnya mendapatkan uang dan menjaga uang. Butuh cara, pemikiran, tekad, dan semangat yang besar untuk mendapatkan dan menjaga kepercayaan itu. Maka adanya kepercayaan yang lebih terhadap panitia yang mayoritas anggota OSIS inilah yang menjadikan kegiatan LKS menjadi kegiatan yang lebih berkualitas.
Suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, karena adanya kerja sama  yang baik. Kegiatan LKS ini, sudah melalui berbagai pertimbangan. Baik melalui rapat guru dan rapat antar anggota osis dan panitia. LKS ini adalah kegiatan yang boleh dibilang cukup besar dan merupakan kegiatanb terakhir yang diusung oleh Osis kelas XII. Mengapa? Karena mereka tidak memungkinkan lagi untuk mengurusi kegiatan lain setelah LKS. Pertama, karena masa jabatan mereka habis. Kedua, mereka adalah kelas XII, dipastikan mereka akan disibukkan dengan segala aktifitas menjelan UN. Oleh sebab itu, Kegiatan LKS ini direncanakan dan dilaksanakan dengan semaksimal mungkin.
Pemilihan lokasi Lks lapangan ini mengalami gonjang-ganjing sebelum akhirnya diputuskan di Pantai Toronipa. Selain pemilihan lokasi, guru pembimbing dan pantia telah mempersiapkan segala perlengkapan di lapangan, transportasi, makanan, tempat bernaung peserta dan panitia, dan hal-hal lain untuk menunjang berlangsungnya lks lapangan ini. Segala tindakan selalu ada pembicaran. Inilah yang membuat kegiatan lks ini cukup terorganisir dan teratur.
Adapun susunan acara dalam kegiatan ini, diatur oleh panitia/seksi acara. Mereka mengatur setiap acara dengan penuh pertimbangan dan perhitungan waktu. Mereka memikirkan bagaimana dalam waktu 3 hari 2 malam semua acara bisa terlaksanakan. Dan panitia acara inilah yang cukup berperan penting, bersama panitia-panitia lainnya, seperti panitia konsumsi, panitia kelompok yang mengurusi masing-masing kelompok sesuai pembagian, panitia lapangan yang secara umum bertugas memberikan pembelajaran di lapangan (seperti, BBB, Senam Pagi, Games, dll.) panitia keamanan yang mengamankan jalannya kegiatan, panitia kesehatan yang bertugas siap siaga menolang mereka yang tiba-tiba sakit, panitia dokumntasi yang selalu mengabadikan momen dalam lks ini,panitia kerohanian yang bertugas mengarahkan kegiatan agama dalam lks. Adanya panitia kerohanian ini membuktikan bahwa peserta tidak hanya dituntut menjadi pemimpin saja, tetapi peserta dituntut menjadi pemimpin yang berlandaskan iman dan takwa.  Dan masih banyak diluar panitia yang ikut membantu jalannya kegiatan lks ini. Tak lupa guru-guru yang selalu mendampingi, kepala sekolah sebagai penanggung jawab, dan lain sebagainya. kegiatan ini telah direncanakan dengan penuh pertimbangan dan perhitungan sehingga dilaksanakan dengan semaksimal mungkin.

Banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan dari kegiatan ini. Kita sebagai generasi muda tidak hanya belajar belajar belajar saja, tetapi perlu adanya sebuah wadah pelatihan yang dapat mengembangkan potensi siswa sehingga bisa lebih mengenal dirinya dan mengenal negeri ini. Kita diajarkan bagaimana seorang pemimpin berprilaku, mengapa selalu pemimpin? Karena kita adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan dengan belajar, kita yang akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, sehingga tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menolak menjadi pemimpin. Saya harus siap, kamu harus siap, mereka harus sipa, kita semua harus siap menjadi pemimpin. Tidak ada yang mengetahui bagaimana waktu menghantarkan kita menjadi pemimpin. Tugas kita adalah mempersiapkan diri dan selalu malakukan hal-hal positif. Disisi lain, dalam kegiatan ini kita diajarkan untuk lebih mandiri dan hidup sederhana. Bukan hanya berpangku tangan dan berfoya-foya. Kita juga diajarkan  bagaimana hidup dialam bebas yang sangat jauh berbeda dari lingkungan tempat tinggal kita. Kita diajarkan untuk selalu mengingat orang dibelakang kita, bergandengan menuju masa depan dan cita-cita kita. Dan hal yang tidak kalah penting adalah, bagaimana kita diajarkan untuk lebih mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, selalu mengingat-Nya dalam setiap langkah dan tindakan kita. Semoga kegiatan LKS ini menjadi cerminan bagi kita untuk meingkatkan dan mengembangkan apa yang kita punya saat ini. Tidak ada penyesalan. Tidak ada kata mengeluh dan terus BERUSAHA. SEMANGAT!. (by Megawati dan Farida Wulandari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About